Jangan Lupa; Shalat…!!!

Posted: Agustus 3, 2012 in agama islam

” Dan Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS.Thaha: 132)

Ketika kita menginjak dewasa, solah aktifitas antri untuk dilaksanakan. Tugas-tugas berjubel sementara itu waktu semakin sempit. mungkin kamu harus menyelesaikan berbagai tugas di sekolah ataupun sibuk dengan rutinitas di rumah, bahkan jauh lebih super sibuk di luar dari itu. bahkan mungkin 1001 aktivitas lainnya menyita pikiran, perhatian dan waktu kamu.

Pada saat kesibukan menjerat kamu, satu hal yang harus menjadi prioritas dan jangan sampai terlewatkan adalah SHALAT!. Shalat merupakan cara agar menjaga kestabilan diri, sekaligus sebagai seorang muslim, shalat merupakan pondasi hidup menuju stabilitas mental dan demi menjaga keberhasilan hati.

Bagi seorang muslim, shalat memiliki banyak rahasia, selain sebagai ibadah wajib, shalat merupakan kebutuhan hidup rahaniah, pencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, di dalamnya terkandung banyak pujian dan doa kepada Allah SWT. dan lain sebagainya. meninggalkan shalat sekali saja, berarti kamu telah berada di ambang kemungkaran. sementara kemungkaran merupakan diantara sekian banyak virus yang merusak kedewasaan. tentu tidak ada kata sukses bila hidup banyak kotornya. kotor karena kamu berani meninggalkan shalat, kemudian setahap demi setahap berani mencoba melakukan maksiat, baik mencaci diri sendiri, menyalahkan oranglain, menjahili mereka, atau mengkambing hitamkan mereka agar kamu selamat dari tuduhan. bagi kamu yang rajin shalat, semua itu pantang di lakukan, karena kamu tahu Alah maha melihat.

Kamu yang rajin Shalat, insya Allah akan senantiasa dalam perlindungan Allah swt. sebagaimana yang selalu kamu mohonkan dalam shalat .kamu juga akan selalu segar karena lima kali dalam sehari air wudhu membasuh wajah dan anggota tubuh kamu. kelak di akhirat, bekas wudhu ini akan memutihkan wajahmu dan memancarkan cahaya kemilau dari wajah kamu. hal itu merupakan gambaran, bahwa sesungguhnya orang yang melaksanakan wudhu kemudian shalat, maka hati, pikiran dan gerak tubuhnya akan memancarkan cahaya kemilau yang membuat orang lain kagum dan merasa aman bersama kamu.

Perumpamaan shalat lima waktu itu bagaikan sungai yang lebar di muka pintu salah satu kamu lalu ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. Apakah yang demikian itu masih ada ketinggalan kotorannya. (HR.Muslim)

Proses bersuci dengan wudhu melambangkan penyucian lahir dan batin. Pembersih wajah, tempat sejumlah indera, melambangkan kedalaman pembersihan indera penglihatan (mata), indera perasa (lidah), indera penciuman (hidug), dan indera pendengaran (telinga) dari perbuatan perbuatan yang tidak layak dilakukan. demikian pula pembersih kedua belah tangan dan kaki melambangkan pencucian dari segala perbuatan tangan dan kaki yang sering menimbulkan bencana bagi orang lain dan diri sendiri. sebagaimana tangan dan kaki juga dapat memberi kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri kamu dan orang lain. Dalam proses wudhu ini, disucikan segala perbuatan dan langkah-langkah yang telah lalu dengan kesadaran tauhid dan iman mendalam.

kamu juga tahu dalam setiap shalat, hati dan pikiran kamu konsentrasi kepada yang Maha tahu, Maha Kuasa dan Maha Pemurah. Maka, bagi kamu yang melaksanakan shalat, insya Allah tidak ada kekhawatiran dan kesedihan dalam menjalani hidup, karena kamu yakin Allah yang Maha Pemurah akan menganugrahkan kepada kamu kemampuan untuk mandiri; dan Allah yang Maha Kuasa akan memberi kamu kemampuan untuk mengerjakan banyak hal yang maslahat. sesungguhnya ciri orang yang shalat adalah senantiasa berbuat maslahat; pantang merugikan dan mencelakakan orang lain.

Dalam sebuah hadits kudsi Allah Swt. Berfirman:

Aku menurut suara hati hamba-Ku terhadap diri-Ku, dan Aku selalu bersamanya manakala ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam Kalbunya, niscaya Aku pun mengingatnya dalam Diri-Ku dan jika ia mengingat-Ku dalam suatu kumpulan orang, maka niscaya Aku mengingatnya didalam kumpulan lain yang lebih baik dari pada kumpulannya. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal niscaya Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta; dan jika ia mendekatkan diri-Ku sehasta, maka Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa. jika ia datang kepada-Ku berjalan kaki, niscaya aku akan datang kepadanya dengan berlari kecil. (HR.Syaikhan dan Tirmidzi)

Abu hurairah menceritakan sebuah hadits, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

“Tiada sekali kali suatu kaum duduk untuk mengingat Allaah Swt. melainkan para malaikat mengerumuni mereka dan rhmat menyelimuti mereka; dan diturunkan kepada mereka ketenangan sserta AllahSwt. menyebut-nyebut mereka di kalangan para mmalaikat yang ada disisi-Nya (HR.At- Tirmidzi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s