Makalah Bioarang Sebagai alternatif pengganti kerosin.

Posted: Agustus 3, 2012 in Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar belakang

Energi merupakan suatu kompenen kebutuhan hidup yang sangat penting. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan melainkan hanya dapat diubah kebentuk lain yang lebih bermanfaat guna untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti halnya pemanfaatan Minyak bumi dan gas alam sebagai penghasil energi. Terutama negara-negara yang menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar perindustriannya.

Hal tersebut merupakan masalah besar yang dihadapi manusia dewasa ini. Karena benda tersebut tidak dapat diperbaharui lagi penggunaannya, dan persediaannya makin menipis.

Apabila hal tersebut dibiarkan secara terus menerus, tanpa memperhitungkan sumber cadangan minyak bumi yang tersisa, maka manusia akan kekurangan sumber energi tersebut. Akibatnya manusia akan kesulitan mendapatkan barang tambang minyak bumi.

Oleh karena itu perlu dipikirkan bahan alternatif baru penghasil energi kalor yang lain. Pemanfaatan bahan organik sebagi pengganti penghasil kalor merupakan hal yang tepat. Karena bahan organik dipastikan selalu dapat diproduksi ulang oleh manusia.

Di Indonesia banyak terdapat lahan-lahan subur yang potensial untuk lahan pertanian bahan organik tersebut. Kebanyakan lahan pertanian di Indonesia ditanami dengan tanaman pangan dan didominasi oleh padi. Karena makanan pokok Indonesia adalah beras. Makanan pokok tersebut diperoleh dari padi yang diolah dipabrik, dan hasil buangan dari proses tersebut adalah sekam padi yang melimpah.

Apabila limbah pertanian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil kalor, maka kalangan masyarakat luas dapat lebih menghemat penggunaan minyak bumi dan gas alam sebagai bahan bakar.

Menanggapi hal itu penulis mencoba mencetuskan untuk mengolah limbah pertanian tersebut menjadi sumber energi kalor pengganti kerosin / minyak tanah yang berdaya guna. Dari hasil telaah pustaka dan pengamatan yang dilakukan penulis bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi sebagai energi kalor dalam bentuk briket bioarang dari bahan tersebut.

 

  1. B.     Rumusan Masalah
  1. Apa itu Kerosin/Minyak Tanah?
  2. Apa fungi minyak tanah dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Jika saja Minyak Bumi sudah habis, adakah alternatif lain pengganti kerosin/ minyak tanah?
  4. Apakah sekam padi dapat dibuat energi alternatif pengganti kerosin?
  5. Jika bioarang dari sekam padi dapat digunakan untuk menanggulangi kerosin, bagaimana cara membuatnya dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuatnya?
  6. Bermanfaatkah briket bioarang bagi masyarakat luas ?

 

  1. C.    Batasan Masalah

Dalam makalah ini hanya membahas bagaimana cara menanggulangi kerosin (minyak tanah) yang semakin langka dengan cara pembuatan briket bioarang dari sekam padi.

 

  1. D.    Hipotesis

Sekam padi dapat digunakan sebagai energi alternatife pengganti kerosin (minyak tanah) yang cukup murah dan berdaya guna dengan cara dibuat briket bioarang.

 

  1. E.     Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah :

  1. Memaparkan kebutuhan akan energi alternatif.
  2. Memberitahukan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi dan gas alam kepada masyarakat luas.
  3. Memberitahukan pemanfaatan sekam padi yang berlimpah.
  4. Memberitahukan cara pembuatan briket bioarang.
  5. Apa fungsi minyak tanah dalam kehidupan sehari-hari?

 

 

  1. F.     Manfaat

Manfaat yang diperoleh adalah :

  1. Pengetahuan tentang alternatif pengganti penggunaan bioarang.
  2. Pengetahuan tentang pentingnya bahan organik sebagai alternatif penghasil energi kalor.
  3. Pengetahuan tentang pemanfaatan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Kerosin (minyak tanah), biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. Minyak tanah (bahasa Inggris: keroseneatauparaffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, wax ). Dari website Pertamina diketahui bahwa minyak tanah memiliki kandungan sulfur yang lebih rendah dibandingkan solar (minyak tanah 0.2 wt% sedangkan solar 0.5 wt%). Kerosin (Minyak Tanah ) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C d.

Pemakaian kerosin sebagai penerangan di negara-negara maju semakin berkurang, sekarang kerosin digunakan untuk pemanasan. Biasanya, kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit Merox atau, hidrotreater untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Penggunaannya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan “debris”. Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat, terutama titik asap dan titik beku.

Pemakaian terpenting dari kerosin antara lain:

  1. Minyak Lampu. Minyak tanah dalam lampu mengalir ke sumbu karena adanya gaya kapiler dalam saluran-saluran sempit antara serat-serat sumbu. Aliran kerosin tergantung pada kekentalan yaitu jika minyak cair kental dan lampu mempunyai tinggi naik yang besar maka api akan tetap rendah dan sumbu menjadi arang (hangus) karena kekurangan minyak.
  2. Bahan bakar untuk pemanasan untuk memasak
  3. Bahan bakar motor. Motor berbahan bakar kerosin selain memiliki sebuah karburator juga mempunyai alat penguap untuk kerosin. Motor ini jalannya dimulai dengan bensin dan dilanjutkan dengan kerosin kalau alat penguap sudah cukup panas. Motor ini akan berjalan dengan baik bila kadar aromatik di dalam bensin tinggi.
  4. Kerosene biasa di gunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa.
  5. Bahan pelarut untuk insektisida Bubuk serangga dibuat dari bunga Chrysant (Pyerlhrum cinerarieotollum) yang telah dikeringkan dan dihaluskan, sebagai bahan pelarut digunakan kerosin. Untuk keperluan ini 2 kerosin harus mempunyai bau yang enak atau biasanya obat semprot itu mengandung bahan pengharum (Sumber: Zuhra, 2003).

 

Berdasarkan informasi yang kami terima berkaitan dengan kelangkaan kerosin/ minyak tanah yang beredar di masyarakat dari berbagai media masa sebagai berikut;

TEMPO InteraktifSUMENEP - Sudah sepekan terakhir, warga di Pulau Kangean dan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilanda kebingungan.
Penyebabnya, minyak tanah di wilayah kepulauan itu langka. Kalau pun ada, harganya melambung dari Rp 8.000 per liter menjadi Rp 12.000 per liter.
“Sudah mahal, minyak tanahnya gak ada. Kami jadi tidak bisa cari duit,” kata Ahmat Salim, warga Pulau Sapeken, Selasa (5/4).

TEMPO InteraktifGorontalo -Sejak satu minggu lamanya, masyarakat di kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai mengalami kesulitan mencari minyak tanah. Kelangkaan minyak tanah terjadi hampir diseluruh desa dan kelurahan di wilayah itu. “Kami harus antri untuk mencari minyak tanah di tempat lain karena sulitnya minyak tanah di desa saya,” kata Hariyati, salah seorang warga di desa Poowo, kecamatan Kabila, kabupaten Bone Bolango, Selasa (13/7)

MANADO BISNIS  – Antrian minyak tanah (MT) yang terjadi di Kota Manado, banyak menimbulkan masalah baru.  Diantaranya, konflik sesama warga yang bakal berujung pada tindakan pidana.

SUKABUMI, (PRLM).- Salah satu pangkalan minyak tanah di Pasar Palabuhanratu, diserbu warga yang akan mengisi minyak tanah, Kamis (28/8). Mereka rela berdesakan dan saling rebutan sekadar untuk mendapatkan beberapa liter minyak tanah.

 

Sejauh ini permintaan masih tetap ada, bahkan di sini tergolong tinggi dibandingkan yang lainnya. Meskipun demikian, masih banyak ibu rumah tangga yang lebih memilih minyak tanah sebagai bahan bakar. Setiap satu drum yang berisi sekitar 220 liter minyak tanah biasanya habis dalam waktu satu minggu. Namun, saat permintaan tinggi, biasanya bisa lebih cepat. Pasokan minyak tanah sendiri justru lebih lancar dibandingkan saat minyak tanah dibatasi. Namun, sejauh ini seluruh kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Terlebih, kerosin (minyak tanah) merupakan BBM non subsidi. Penyaluran minyak tanah non subsidi tahun 2012 ini sebenarnya hanya 1.120 kiloliter. Namun, realisasi hingga bulan Mei yang lalu telah mencapai 2.610 kiloliter atau telah mencapai 233 persen. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan limbah sekam padi yang berlimpah dengan cara dibuat briket bioarang.

 

Limbah sering diartikan sebagai bahan buangan/bahan sisa dari proses pengolahan hasil pertanian. Proses  penghancuran limbah secara alami berlangsung lambat, sehingga limbah  tidak saja mengganggu lingkungan sekitarnya tetapi juga mengganggu  kesehatan manusia. Pada setiap penggilingan padi akan selalu kita lihat tumpukan bahkan gunungan sekam yang semakin lama semakin tinggi. Saat in i pemanfaatan sekam padi tersebut masih sangat sedikit, sehingga sekam tetap menjadi bahan limbah yang mengganggu lingkungan. sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut  lemma  dan  palea  yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar.

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30% dari bobot gabah. Penggunaan energi sekam  bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran untuk bahan bakar bagi ru mah tangga petani. Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang harganya terus  meningkat akan berpengaruh terhadap biaya rumah tangga yang harus dikeluarkan setiap harinya.

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot  awal gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat  menimbulkan problem lingkungan.

 

 

 

 

 

 

Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mengandung beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat  pada tabel 1. Dengan komposisi kandungan kimia seperti tersebut pada tabel 1, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di antaranya: (a) sebagai bahan baku  pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang  dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia, (b) sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan silika (SiO2) yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen portl and, bahan isolasi, husk-board  dan campuran pada industri bata merah, (c) sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.

Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Sekam dapat dijumpai pada hampir semua anggota rumput-rumputan (Poaceae), meskipun pada beberapa jenis budidaya ditemukan pula variasi bulir tanpa sekam (misalnya jagung dan gandum). .Dalam pertanian, sekam dapat dipakai sebagai campuran pakan, alas kandang, dicampur di tanah sebagai pupuk, dibakar, atau arangnya dijadikan media tanam.

Secara anatomi, sekam terbentuk dari bagian perhiasan bunga padi-padian (spikelet) yang disebut gluma, palea, dan lemma. Pada tongkol jagung konsumsi, ketiga bagian ini tereduksi sehingga tampak seperti sisik pada permukaan tongkol. Pada padi, gluma mirip seperti dua duri kecil di bagian pangkal. Palea adalah bagian penutup yang kecil, sedangkan lemma adalah bagian penutup yang besar dan pada varietas tertentu memiliki “bulu” (awn). Pada bunga gandum, ketiga bagian ini berkembang baik.

Sekam diperlukan untuk keperluan penanaman ulang tanaman ini. Bulir tanpa sekam (disebut beras untuk padi) tidak dapat digunakan sebagai bahan tanam, kecuali pada kultivar tanpa sekam. Spikelet (bunga padi-padian) sejenis gandum yang disebut einkorn. Bulir dari berbagai tanaman pangan yang didomestikasi memiliki sekam yang mudah lepas. Tipe-tipe primitif padi, gandum, serta beberapa biji-bijian lainnya bijinya cenderung tertutup rapat oleh sekam. Kultivar-kultivar modern gandum dan padi memiliki sekam yang mudah lepas atau mudah dipecah ketika digiling.

Proses pemisahan sekam dari isinya dulu dilakukan dengan penumbukan gabah memakai alat tumbuk (biasanya berupa alu dengan pemukulnya). Pada masa kini orang memakai mesin giling dan prosesnya disebut penggilingan. Penggilingan atau penumbukan akan menghasilkan beras yang masih tercampur dengan sisa-sisa sekam atau pengotor lainnya. Tahap pembersihan berikutnya adalah pengayakan; secara tradisional dilakukan dengan melemparkannya ke udara sehingga bagian yang lebih berat terpisah dari bagian yang ringan.

Sekam tidak sama dengan bekatul (atau bran). Bekatul termasuk bagian dari endospermium dan terbentuk dari lapisan aleuron.

Sekam tidak dapat dimakan. Ia digunakan terutama sebagai alas kandang karena sangat higroskopis sehingga menyerap cairan atau kelembaban. Beberapa hewan dapat menoleransi sekam sehingga campuran pakannya mengandung sekam. Selain itu, sekam dapat dibakar di ladang untuk dicampurkan ke tanah. Suatu teknik hidroponik murah telah dikembangkan menggunakan arang sekam sebagai media untuk menahan tanaman.

Tapioka, tepung singkong, tepung kanji, atau aci adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon atau dalam bahasa indonesia yaitu singkong. Tapioka memiliki sifat-sifat fisik yang serupa dengan tepung sagu, sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan. Tepung ini sering digunakan untuk membuat makanan dan bahan perekat. Banyak makanan tradisional yang menggunakan tapioka sebagai bahan bakunya, seperti bakso.

Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan. Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang, dan benda lain. Arang yang hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya.

Briket arang adalah arang yang terbuat dari arang jenis lain yang dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicetak sesuai kebutuhan dengan campuran tepung kanji. Tujuan pembuatan briket arang adalah untuk menambah jangka waktu bakar dan untuk menghemat biaya.

Arang yang sering dijadikan briket arang diantaranya adalah arang sekam, arang serbuk gergaji, dan arang serasah. Arang- arang tersebut terlalu kecil untuk digunakan langsung dan akan cepat habis. Sehingga akan lebih awet jika diubah menjadi briket arang. Untuk arang tempurung kelapa dapat dijadikan briket arang, tetapi hanya tempurung yang sudah remuk. Sedangkan tempurung yang masih utuh tidak perlu dijadikan briket arang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

 

  1. A.    Tempat dan Waktu

Praktek kami lakukan didaerah Marinjung Rt 03/08 Desa karang Papak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pada tanggal 18-20 April 2012.

 

  1. B.     Metodelogi Penelitian
  1. Teknik Eksperimen

Melakukan percobaan langsung

  1. Teknik Kepustakaan

Mencari informasi dari buku dan internet.

 

  1. C.    Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan bioarang ini adalah:

  1. Drum/Kaleng/gentong/tempat pembakaran.

Digunakan untuk pembakaran sekam padi.

  1. Tongkat kayu

Untuk mengaduk-aduk sekam padi.

  1. Ember

Tempat mengumpulkan sekam padi hasil pembakaran

  1. Lumpung dan Alu

Untuk mengahaluskan sekam padi hasil pembakaran

  1. Baskom

Sebagai empat membuat adonan

  1. Cetakan sederhana

Bisa dibua dari kaleng bekas berbentuk lingkaran

  1. Karung

Sebagai alas untuk menjemur adonan yang sudah di cetak

 

 

 

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bioarang ini adalah:

  1. Arang

Berasal dari bahan organic yaitu sekam padi (sampah dedaunan dan ranting).

  1. Tepung Kanji

Digunakan sebagai pelekat.

  1. Air Panas

Digunakan untuk mencairkan tepung kanji.

  1. Bahan campuran

Digunakan saat pembuatan adonan jika dibutuhkan. Dengan tujuanuntuk menghemat pemakaian bahan (contoh: ampas kelapa, serbuk gergaji, kertas/Koran).

 

  1. D.    Cara Kerja

Dalam membuat briket bioarang diperlukan tahap dan proses sebagai berikut :

  1. Pembuatan bioarang

Pembuaan bioarang secara sederhana dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Drum/kaleng pada posisi terbalik di atas tanah pasir. Pasir diperlukan agar bagian bawah drum/kaleng cukup rapat sehingga udara yang keluar masuk melaui drum ini dapat dihalangi.
  2. Sekam padi dimasukan kedalam drum/kaleng melaui lubang buatan dan dibakar. Penyalaan awal dapat dilakukan dengan minyak. Selanjutnya setelah api menyala, sekam padi dapat dimasukan dalam dapur pembakaran sedikit demi sedikit agar tidak padam.
  3. Setelah api mati dan sekam berubah jadi arang (bukan abu) pindahkan ke ember untuk selanjutnya ditumbuk menggunakan lumpang dan alu yang bertujuan untuk menghaluskan arang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan briket bioarang

Proses pembuatan bioarang dilakukan dengan proses yang cukup sederhana dan tidak terlalu sulit untuk dipraktekan. Proses pembuatannya dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikkut:

  1. Penghalusan bioarang

Siapkan penumbuk, misalnya lesung dan alu, kemudian bioarang yang tersedia ditumbuk halus hingga menjadi tepung arang. Selanjutnya, kumpulkan tepung arang yang terbentuk pada tempat ksusus misalnya ember.

  1. Pengenceran Kanji

Masukanlah kanji ke dalam baskom lalu encerkan dengan air panas hingga terbenuk adonan kanji.

  1. Pencampuran

Campurkan adonan kanji dengan tepung arang ke dalam baskom yang berisi adonan kanji sehingga menjadi adonan yang lengket, kemudian adoanan diaduk-aduk dengan menggunakan tongkat kayu atau sendok besar. Agar pemakaian bioarang lebih hemat adonan dapat diambah dengan serbuk gergaji, ampas kelapa, keras/Koran bekas. Pemakaian tepung kanji yang terlalu banyak dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan menimbulkan asap yang lebih banyak, maka kami menggunkan perbandingan 1 : 9, 1 untuk adonan tepung kanji dan 9 untuk tepung arang.

  1. Pencetakan

Cetak adonan dengan bentuk sesuai dengan cetakan sederhana.

  1. Pengeringan

Pada langkah pengeringan ini, hasil cetyakan dikeringkan selama 2-3 hari.

  1. Briket sudah bisa digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegunaan Briket Arang

Briket bioarang merupakan bahan bakar yang penggunaannya cukup fleksibel karena dapat di cetak dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan. Bahan bakar ini dapat dimanfaatkan dengan teknologi sederhana, tetapi nyala api yang dihasilkan cukup besar, cukup lama dan aman. Jika tungku dengan bahan briket bioarang yang sudah menyala, kita akan mendapatkan bara nyala api yang sekurang-kurangnya 2 hari 2 malam. Cocok digunakan untuk rumah tangga. Bahan bakar ini cocok pula digunakan oleh para pedagang atau pengusaha makanan, misalnya warung sate, warung makan, warung bakso, warung soto, pembuatan roti, atau orang yang punya hajat.

 

Keunggulan Briket Bioarang

  1. Biaya lebih murah di bandingkan menggunkan minyak tanah atau arang kayu. Bahan baku pembuatan sangat melimpah, peralatan, dan proses pembuatan tidak rumit.
  2. Dapat langsung digunakan dan pemanasan yang dihasilkan termasuk pemanasan alami (tradisional, tanpa minyak). Untuk briket yang seukuran kepalan tangan dapat langsung dibakar diatas tungku atau anglo.
  3. Tidak perlu mengipasi atau menambah dengan bahan bakar yang baru, dan memiliki masa bakar yang jauh lebih lama penggunaannya, relatif lebih aman.
  4. Briket bioarang mudah disimpan dan dipindah-pindahkan.
  5. Briket bioarang menghasilkan aroma lebih sedap baik bagi orang menggunakannya maupun pada masakan yang diolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA

 

  1. A.    Data Pengamatan

Dari percobaan yang telah dilakukan kami memperoleh data bahwa briket bioarang dari sekam padi dapat dibuat dengan perbandingan 1 : 9, satu untuk Tepung Kanji dan Sembilan untuk bioarang. Kami mencampurkan 2 ons tepung kanji dan 18 ons bioarang. Tepung kanji digunakan sebagai bahan perekat.

 

  1. B.     Analisis Data

Sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket bioarang yang daya guna sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM). Briket bioarang ini dapat dibuat dengan mudah dan tidak memerlukan waktu banyak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

  1. A.    Simpulan

Setelah penulis menguraikan dan membahas tentang kerosin/ minyak tanah berikut masalah briket bioarang sebagai energi alternatif, penulis dapat mengambil simpulan sebagai berikut:

  1. Limbah sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku briket.
  2. Pembuatan briket bioarang tidak sulit dan tidak membutuhkan biaya mahal dan waktu pembuatan briket bioarang tidak terlalu lama yaitu hanya maksimal 3 hari.
  3. Briket bioarang sangat berguna dan bermanfaat.
  1. B.     Saran

Beberapa saran yang penulis simpulkan sebagai berikut:

  1. Hendaknya pemerintah memperlakukan petani semaksimal mungkin sehingga produsen padi dapat berupaya mengoptimalkan peningkatan produksi pertaniannya guna memenuhi kebutuhan bahan organik.
  2. Hendaknya peneliti mengupayakan mencari bahan bakar organik lainya guna memenuhi bahan alternatif pengganti energi dari hasil tambang dan mengembangkan teknologi pembuatan briket.
  3. Briket bioarang memiliki manfaat yang sangat banyak, sehingga peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengembangkan penemuan ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kamus

Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

id.wikipedia.org/wiki/Minyak_tanah

http://www.scribd.com/doc/38121068/17/Kerosin-Minyak-Tanah

www.tempo.co/topik/masalah/1790/minyak-tanah

http://id.wikipedia.org/wiki/Sekam

http://id.wikipedia.org/wiki/Arang

http://id.wikipedia.org/wiki/TepungKanji

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s